Bahasa
Pemograman adalah teknik komando/instruksi
standar untuk memerintah komputer. Bahasa
pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan
program komputer.
Bahasa ini memungkinkan seorang
programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh
komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil
dalam berbagai situasi.
Menurut tingkat kedekatannya dengan
mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:
- Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
- Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bahasa Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
- Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
- Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.
Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai
Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat
Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.
Untuk melaksanakan tugas maka komputer akan diperintah oleh sebuah sistem, perintah dasar komputer ini disimpan ke dalam sebuah sistem yang disebut sebagai sistem operasi seperti DOS, Unix, Windows, Linux, Solaris dsb. Perintah-perintah tersebut tentunya menggunakan bahasa mesin yang oleh komputer hanya mengenal angka 1 dan 0 (binary) dimana angka 1 dipresentasikan sebagai sebuah wadah yang mimiliki listrik dan angka 0 tidak memiliki listrik (Tegangan).
Untuk membuat sebuah sistem dikomputer maka diperlukan sebuah alat (tools) yang kita sebut sebagai bahasa pemrograman, jadi yang terlintas dibenak kita saat ini adalah “Alat yang dibuat untuk membuat program (sistem) disebut sebagai bahasa pemrograman”, sehingga Program-Program seperti Macro/Turbo Assembly, Turbo C, Microsft Visual C++, C++ Builder, Microsoft Visual Basic, Delphi dsb digunakan untuk membuat aplikasi bukan sebagai aplikasi untuk mengolah data seperti Microsoft Excel, SPPS dsb.
Atau dapat juga dikatakan bahwa bahasa pemrograman adalah bahasa yang digunakan pada komputer untuk melakukan tugas tertentu. Seperti juga bahasa yang digunakan manusia secara umum, bahasa pemrograman banyak sekali jenisnya.
Bahasa pemrograman dapat dikelompokkan berdasarkan
tingkatan, seperti bahasa tingkat rendah (low Level), bahasa tingkat sedang (Mid Level
Language), bahasa tingkat tinggi .
Berikut adalah
ringkasan sejarah bahasa pemrorgramanSebelum 1940
Pada jaman ini terdapat bahasa pemrograman yang pertama kali muncul sebelum
adanya komputer modern, artinya bahasa pemrograman lebih tua dari komputer itu
sendiri. Pada awal kemunculannya, bahasa pemrograman masih dalam bentuk
kode-kode bahasa mesin. Bahasa mesin merupakan bahasa yang terdiri atas
kode-kode mesin dan hanya dapat diinterpretasikan langsung oleh mesin komputer.
Bahasa mesin ini tergolong bahasa tingkat rendah, karena hanya berupa kode 0
dan 1 seperti disampaikan pada bagian atas.
Periode 1940-an
Dengan bahasa mesin ditemukan banyak kesulitan untuk pengembangan dan
perbaikan pada program yang dibuat saat itu, Tahun 1940-an komputer bertenaga
listrik dibuat, dengan kecepatan yang sangat terbatas dan kapasitas memori yang
mencukupi untuk programmer memprogram, kemudian terciptalah bahasa assembly
(Assembly language). Bahasa assembly adalah bahasa simbol dari bahasa mesin.
Setiap kode bahasa mesin memiliki simbol sendiri dalam bahasa assembly.
Misalnya Move untuk memindahkan isi data, ADD untuk penjumlahan, MUL untuk
perkalian, SUB untuk pengurangan, dan lain-lain. Penggunaan bahasa Asembly
dirasa belum sempurna karena selain sulit untuk diimplementasikan, ternyata
bahasa ini juga sulit jika sang programer ingin mengembangkan program
buatannya. Pada tahun 1948, Konrad Zuse mempublikasikan sebuah paper tentang
bahasa pemrograman miliknya yakni Plankalkül. Bagaimanapun, bahasa tersebut
tidak digunakan pada masanya dan terisolasi terhadap perkembangan bahasa
pemrograman yang lain. Beberapa bahasa pemrograman yang berkembang pada masa
itu antara lain:
• Plankalkül (Konrad Zuse) – 1943
• ENIAC coding
system – 1943
• C-10 – 1949
Periode tahun 1950-an sampai dengan tahun 1960-an
Mulai tahun 1950 dibuatlah bahasa pemrograman modern, yang turun-temurun
dan tersebar luas hingga saat ini. Bahasa ini menggunakan istilah atau reserved
word yang dekat dengan bahasa manusia seperti READ untuk membaca, WRITE untuk
menulis dsb. Dalam perkembangannya Bahasa Tingkat Tinggi juga terdiri dari
beberapa metode pemrograman, yaitu Procedural Programing dan Object Oriented
Programing. Letak perbedaannya yaitu, jika pada procedural programing program
dijalankan dengan menggabungkan variable, procedure-procedure yang saling
keterkaitan dan berjalan berurut, sedangkan pada OOP seluruh task dijalankan
berdasarkan kedalam object.
• FORTRAN (1955),
the “FORmula TRANslator”, ditemukan oleh John W. Backus dll.
• LISP, the “LISt
Processor”, ditemukan oleh John McCarthy dll.
• COBOL, the
COmmon Bussines Oriented Language, dibuat oleh the Short RangeCommitee, dan
Grace Hopper berperan sangat besar disini.
Overview:
- Regional Assembly Language – 1951
- Autocode – 1952
- FORTRAN – 1954
- FLOW-MATIC – 1955
- COMTRAN – 1957
- LISP – 1958
- ALGOL – 1958
- COBOL – 1959
- APL – 1962
- SIMULA – 1962
- BASIC – 1964
- PL/I -1964
Periode
1967-1978:
Menetapkan
Paradigma Fundamental
Periode
diantara tahun 60-an sampai dengan 70-an membawa pengaruh yang besar dalam
perkembangan bahasa pemrograman.
Kebanyakan dari pola bahasa pemrograman yang utama
yang saat ini banyak digunakan:
·
Simula,
ditemukan pada akhir 60-an oleh Nygaard dan Dahl sebagai superset dari Algol
60, merupakan bahasa pemrograman pertama yang didesain untuk mendukun
pemrograman berorientasi object.
·
C,
sebuah tahapan awal dari sistem bahsa pemrograman, yang dikembangkan oleh
Dennis Ritchie dan Ken Thompson di Bell Labs antara tahun 1969 dan 1973.
·
Smalltalk
(pertengahan tahun 70-an) menyajikan desain ground-up yang lengkap dari sebuah
bahasa yang berorientasi objek.
·
Prolog,
didesain pada tahun 1977 oleh Colmerauer, Roussel, and Kowalski, merupakan
bahasa pemrograman logika yang pertama.
·
ML
membangun sebuah sistem polimorfis (ditemukan oleh Robin Miller pada tahun
1973) diatas sebuah Lisp, yang merintis bahasa pemrograman fungsional bertipe
statis.
Beberapa bahasa pemrograman yang berkembang dalam periode ini termasuk:
Beberapa bahasa pemrograman yang berkembang dalam periode ini termasuk:
- Pascal – 1970
- Forth – 1970
- C – 1970
- Smaltalk – 1972
- Prolog – 1972
- ML – 1973
- SQL – 1978
Periode
1980-an: konsolidasi, modul, performa
1980s adalah tahun dari konsolidasi relatif. C++ dikombinasikan dengan sistem
programming dan berorientasi obyek. Pemerintah Amerika Serikat menstandardisasi
Ada, sebuah sistem pemrograman yang bertujuan untuk digunakan para kontraktor
untuk bertahan. Di Jepang dan di tempat lain, penjumlahan luas yang telah di
selidiki disebut” generasi ke lima” bahasa-bahasa yang menyatukan logika
pemrograman konstruksi. Masyarakat bahasa fungsional gerak ke standarisasi ML
dan Cedal. Dibandingkan dengan menemukan paradigma-paradigma baru, semua
pergerakan ini menekuni gagasan-gagasan yang ditemukan di dalam dekade
sebelumnya.
However, one important new trend in language design
was an increased focus on programming for large-scale systems through the use
of modules, or large-scale organizational units of code. Modula, Ada, and ML
all developed notable module systems in the 1980s. Module systems were often
wedded to generic programming constructs generics being, in essence,
parameterized modules (see also parametric polymorphism).
Bagaimanapun, satu kecenderungan baru di dalam disain
bahasa adalah satu fokus yang ditingkatkan di pemrograman untuk sistem
besar-besaran melalui penggunaan dari modul, atau kesatuan organisasi
besar-besaran dari kode. Modula, Ada, dan ML semua sistem modul terkemuka yang
dikembangkan pada 1980-an.
Beberapa bahasa pemrograman yang berkembang dalam
periode ini termasuk:
- Ada – 1983
- C++ – 1983
- Eiffel – 1985
- Perl – 1987
- FL (Backus) – 1989
Periode
1990-an: Visual
Pada periode ini bahasa selain berorientasi objek juga
sudah dikembangkan berbasi Visual sehingga semakin mudah untuk membuat program
aplikasi, diawali oleh Python dan Microsoft Visual Basic 1 pada tahun 1991,
Delphi yang dikembangkan dari Pascal for windows akhirnya pada tahun 1997
Visual Basic 5 diluncurkan dengan kemudahan koneksi ke database, OO Cobol sudah
ditemukan dalam versi windows. Bagi kebanyakan programmer database tidak dapat
dipungkiri bahwa era 1990an merupakan era yang paling produktif semenjak bahasa
pemrogrammar diciptakan.
Beberapa bahasa pemrograman yang berkembang dalam
periode ini termasuk :
- Haskel – 1990
- Python – 1991
- Java – 1991
- Ruby – 1993
- OO Cobol
- Lua – 1993
- ANSI Common Lisp – 1994
- JavaScript – 1995
- PHP – 1995
- C# – 2000
- JavaFX Scrip, Live Script,
- Visual Basic
Periode
2000an hingga tulisan ini dibuat
Pada saat ini ada kecenderungan para vendor bahasa
pemrograman untuk menggiring programmer hanya dengan mengggunakan produk mereka
untuk membuat program meski kita sadari bahwa sulit rasanya untuk membuat
program yang tangguh hanya dengan satu bahasa pemrograman, hal ini tentunya
dilakukan dengan tujuan kelangsungan usaha mereka, namun terlepas dari semua
itu terdapat dua konsepsi besar dalam periode ini dimana kemudahan berbasis
visual sudah mulai digiring ke basis internet dan mobile, dengan bermunculan
webservice dan berbasis net dan a mobile flatform.
Konsep pertama yang dicermati adalah konsepsi Microsoft
dimana dengan Visual Net akan menyediakan berbagai bahasa pemrograman seperti
VB Net , VC++ Net, ASP NET yang di compile dengan berbagai bahasa akan tetapi
berjalan pada satu sistem operasi yakni windows. (Compile any program run one
system)
Konsepsi Kedua, Merupakan konsep yang terbalik dari
konsep pertama yakni apa yang ditawarkan Sun Microsystem melalui produknya
Java, J2ME, JDK, yakni dicompile dengan satu bahasa pemrograman (java) dan
berjalan dibanyak sistem operasi. (Compile one program running any system)
Selain itu periode ini juga merupakan jamannya CMS
(Content Manajemen System), lompatan pengembangan PHP Script begitu cepat,
dimana untuk membuat website atau portal telah tersedia banyak template, Banyak
modul-modul yang siap pakai sehingga programmer atau webmaster tidak perlu lagi
mempelajari semua script html dan bahasanya, tinggal merangkai modul yang
tersedia sehingga dalam beberapa hari saja sebuah web sudah dapat dibuat. Apa
yang ditawarkan Mambo, PhkNuke dan Jomla saat ini sangat memudahkan para
desainer web.
Beberapa bahasa pemrograman yang berkembang dalam
periode ini termasuk
·
Tcl/Tk,
·
O’Caml,
·
Ruby,
·
Phyton
3.1,
·
Java
6 JDK, JED, Java Beans, J2ME
·
Microsoft
Visual Net (VB Net, C++ Net, ASP NET) 2008
·
Java
Scrip Template oleh Mambo, PhpNuke, Jomla
Sejarah pandangan pertama tiga generasi
Istilah “generasi pertama” dan “generasi kedua” bahasa
pemrograman tidak digunakan sebelum coining dari istilah “generasi ketiga.”
Bahkan, tak satupun dari ketiga istilah yang disebutkan dalam kompendium awal
bahasa pemrograman. Pengenalan generasi ketiga dari teknologi komputer
bertepatan dengan penciptaan generasi baru bahasa pemrograman. Pemasaran untuk
pergeseran generasi dalam mesin tidak berkorelasi dengan beberapa perubahan
penting dalam apa yang disebut tingkat tinggi bahasa pemrograman, dibahas di
bawah, memberikan konten teknis untuk perbedaan kedua / ketiga-generasi antara bahasa pemrograman tingkat tinggi juga, dan
mengubah nama refleks bahasa assembler sebagai generasi pertama.
Generasi Kedua
Artikel utama: Generasi kedua bahasa pemrograman
Bahasa pemrograman generasi kedua, awalnya hanya
disebut bahasa pemrograman tingkat tinggi , diciptakan
untuk menyederhanakan beban pemrograman dengan membuat ekspresi yang lebih
seperti modus normal ekspresi pemikiran yang digunakan oleh programmer. Mereka
diperkenalkan pada akhir 1950-an, dengan FORTRAN mencerminkan
kebutuhan programmer ilmiah, ALGOL mencerminkan upaya untuk
menghasilkan tampilan standar Eropa / Amerika.
Masalah yang paling penting yang dihadapi oleh para
pengembang dari tingkat kedua bahasa adalah pelanggan meyakinkan bahwa kode
yang dihasilkan oleh para penyusun dilakukan dengan baik-cukup untuk
membenarkan meninggalkan pemrograman assembler. Dalam pandangan skeptisisme
luas tentang kemungkinan memproduksi program efisien dengan sistem pemrograman
otomatis dan fakta bahwa inefisiensi tidak bisa lagi disembunyikan, para
pengembang yakin bahwa jenis sistem yang mereka ada dalam pikiran akan banyak
digunakan hanya jika mereka bisa menunjukkan bahwa hal itu akan menghasilkan
program hampir seefisien yang tangan kode dan melakukannya pada hampir setiap
pekerjaan. Compiler FORTRAN dipandang sebagai tour de force-dalam produksi
berkualitas tinggi kode, bahkan termasuk “… a Monte Carlo simulasi
pelaksanaannya … sehingga dapat meminimalkan transfer barang antara toko dan
indeks register.”
Generasi ketiga
Artikel utama: generasi ketiga bahasa pemrograman
Pengenalan generasi ketiga dari teknologi komputer
bertepatan dengan penciptaan generasi baru bahasa pemrograman. [1] Fitur penting dari generasi ketiga
bahasa adalah hardware-kemerdekaan mereka, ekspresi yaitu algoritma dengan cara
yang independen dari karakteristik mesin yang algoritma akan berjalan.
Beberapa atau semua dari sejumlah perkembangan lain
yang terjadi pada saat yang sama dimasukkan dalam 3GLs.
Interpretasi diperkenalkan. 3GLs Beberapa disusun , proses analog
dengan penciptaan dieksekusi kode mesin lengkap dari kode assembly, perbedaan
adalah bahwa dalam bahasa tingkat tinggi tidak ada lagi hubungan, satu-ke-satu,
atau bahkan linier antara petunjuk source code kode mesin instruksi dan.
Compiler dapat menargetkan hardware yang berbeda dengan memproduksi terjemahan
yang berbeda dari perintah kode sumber yang sama.
Penafsir, di sisi lain, pada dasarnya menjalankan
instruksi kode sumber itu sendiri – jika seseorang menemukan sebuah “add”
instruksi, ia melakukan tambahan itu sendiri, daripada keluaran instruksi
tambahan akan dieksekusi kemudian. Mesin-kemerdekaan dicapai dengan memiliki
interpreter yang berbeda dalam kode mesin dari platform yang ditargetkan, yaitu
penafsir itu sendiri umumnya harus dikompilasi. Interpretasi bukanlah “muka”
linear, tetapi model alternatif untuk kompilasi, yang terus ada di samping, dan
lainnya, baru-baru ini dikembangkan, hibrida. Lisp adalah bahasa interprepreted awal.
Para 3GLs awal, seperti Fortran dan Cobol , adalah spaghetti kode , yaitu mereka memiliki gaya yang
sama dari aliran kontrol sebagai assembler dan kode mesin , membuat penggunaan berat dari goto pernyataan. pemrograman terstruktur [2] diperkenalkan model di mana program
itu dilihat sebagai hirarki blok bersarang
daripada daftar linear instruksi. Misalnya, programmer terstruktur adalah untuk
memahami sebuah loop sebagai blok kode yang diulang, bukan perintah begitu
banyak diikuti oleh melompat mundur atau goto. Pemrograman terstruktur kurang
tentang kekuasaan – dalam arti satu tingkat yang lebih tinggi commannd
ekspansi ke berbagai tingkat rendah yang – dari keselamatan. Pemrogram
berikut ini jauh kurang rentan untuk membuat kesalahan. Pembagian kode ke blok,
subrutin dan modul lainnya dengan antarmuka jelas-didefinisikan juga memiliki
manfaat produktivitas dalam memungkinkan programmer banyak untuk bekerja pada
satu proyek. Setelah diperkenalkan (dalam ALGOL bahasa), pemrograman
terstruktur dimasukkan ke dalam hampir semua bahasa, dan dipasang dengan bahasa yang
awalnya tidak memilikinya, seperti Fortran , dll
Struktur Blok juga dikaitkan dengan depresiasi variabel global , sumber kesalahan yang sama
dengan goto . Sebaliknya, bahasa terstruktur
diperkenalkan scoping leksikal dan manajemen penyimpanan otomatis
dengan stack.
Fitur lain yang tingkat tinggi adalah pengembangan
dari sistem tipe yang melampaui jenis data kode mesin yang mendasari, seperti string , array dan catatan .
Dimana 3GLs awal adalah tujuan khusus, (misalnya ilmu
pengetahuan atau perdagangan) upaya telah dilakukan untuk menciptakan tujuan
umum bahasa, seperti C dan Pascal . Sementara ini menikmati sukses besar, domain bahasa tertentu tidak menghilang.
Sebuah karakterisasi alternatif dari tiga generasi
pertama
Karena setidaknya 1979, banyak penulis telah
menggunakan karakterisasi yang berbeda dari generasi bahasa pemrograman.
Generasi Pertama
Dalam kategorisasi ini, generasi pertama bahasa pemrograman mengacu pada angka kode mesin , yaitu petunjuk numerik secara langsung
sesuai dengan petunjuk perangkat keras individu.
Awalnya, tidak ada penerjemah yang digunakan untuk mengkompilasi atau merakit sumber assembler untuk menghasilkan kode
mesin numerik. Generasi pertama instruksi pemrograman yang masuk melalui switch
panel depan dari sistem komputer.
Manfaat utama dari pemrograman dalam kode mesin adalah
bahwa kode pengguna menulis dapat berjalan sangat cepat dan efisien, karena
secara langsung dieksekusi oleh CPU . Namun, kode mesin adalah jauh lebih sulit
untuk belajar dari yang lebih tinggi bahasa pemrograman generasi, dan itu jauh
lebih sulit untuk mengedit jika terjadi kesalahan. Selain itu, jika instruksi
perlu ditambahkan ke dalam memori di lokasi tertentu, maka semua instruksi
setelah titik penyisipan perlu dipindahkan ke membuat ruang dalam memori untuk
menampung instruksi baru. Melakukannya pada panel depan dengan switch bisa
sangat sulit.
Generasi Kedua
Generasi kedua bahasa pemrograman
mengacu pada (simbolis) bahasa assembly . Istilah ini diciptakan untuk
memberikan perbedaan dari sebelumnya bahasa kode mesin dan tingkat yang lebih tinggi bahasa pemrograman generasi ketiga (3GL) seperti
Fortran , COBOL dan Algol . Generasi kedua bahasa
pemrograman memiliki sifat sebagai berikut:
- Kode assembly simbolis dapat dibaca dan ditulis oleh seorang programmer. Untuk menjalankan pada komputer harus dikonversi ke dalam bentuk mesin yang dapat dibaca, proses yang disebut perakitan.
- Bahasa adalah satu-ke-satu korespondensi dengan instruksi mesin dari keluarga prosesor tertentu dan lingkungan.
Majelis bahasa kadang-kadang digunakan dalam kernel
dan driver perangkat (meskipun C umumnya digunakan untuk ini di kernel modern),
tetapi lebih sering menemukan penggunaan dalam pengolahan yang sangat intensif
seperti game, video editing, grafis manipulasi / render.
Salah satu metode untuk membuat kode seperti ini
dengan memungkinkan compiler untuk menghasilkan mesin-dioptimalkan perakitan
versi bahasa fungsi tertentu. Sumber perakitan kemudian tangan-tuned,
memperoleh wawasan baik brute-force dari algoritma mesin mengoptimalkan dan
kemampuan intuitif optimizer manusia.
Generasi ketiga
Generasi ketiga bahasa pemrograman (3GL)
awalnya disebut semua bahasa pemrograman pada tingkat yang lebih tinggi dari
perakitan. Sedangkan instruksi individu dari bahasa generasi kedua dalam
satu-ke-satu korespondensi dengan instruksi mesin individu (yaitu mereka yang
dekat dengan domain mesin), bahasa generasi ketiga bertujuan untuk menjadi
lebih dekat ke domain manusia. Instruksi beroperasi pada tingkat, lebih tinggi
abstrak, lebih dekat dengan cara berpikir manusia, dan setiap instruksi
individu dapat diterjemahkan ke dalam sejumlah (besar kemungkinan)
mesin-tingkat instruksi. Bahasa generasi ketiga dimaksudkan untuk lebih mudah
digunakan daripada bahasa generasi kedua. Dalam rangka untuk menjalankan pada
komputer yang sebenarnya, kode yang ditulis dalam bahasa generasi ketiga harus
dikompilasi baik secara langsung ke dalam kode mesin, atau ke perakitan, dan
kemudian dirakit. Kode yang ditulis dalam bahasa generasi ketiga umumnya dapat
dikompilasi untuk dijalankan pada komputer yang berbeda menggunakan berbagai
arsitektur perangkat keras.
Pertama kali diperkenalkan pada akhir 1950-an, FORTRAN , ALGOL dan COBOL adalah contoh awal dari
bahasa generasi ketiga.
Bahasa generasi ketiga cenderung baik seluruhnya (atau
hampir seluruhnya) independen dari hardware, seperti untuk keperluan umum
bahasa seperti Pascal , Java , FORTRAN , dll, meskipun
beberapa telah ditargetkan pada prosesor tertentu atau arsitektur keluarga
prosesor, seperti , misalnya PL / M yang ditargetkan pada prosesor Intel,
atau bahkan C , yang sebagian auto-increment
dan auto-decrement idiom seperti * (c + +) berasal dari hardware PDP-11 ini
yang mendukung auto-increment dan auto-decrement mode pengalamatan tidak
langsung, dan di mana C pertama kali dikembangkan.
Kebanyakan “modern” bahasa ( BASIC , C , C + + , C # , Pascal , Ada , dan Jawa ) juga generasi ketiga bahasa.
Dukungan 3GLs Banyak terstruktur pemrograman .
generasi Kemudian
Awalnya, bahasa pemrograman semua pada tingkat yang
lebih tinggi dari perakitan yang disebut “generasi ketiga”, tetapi kemudian,
istilah “generasi keempat” diperkenalkan untuk mencoba membedakan (kemudian)
bahasa deklaratif baru (seperti Prolog dan domain- spesifik bahasa) yang
diklaim beroperasi pada tingkat yang lebih tinggi, dan dalam domain bahkan
lebih dekat ke pengguna (misalnya pada tingkat bahasa alami) daripada asli,
bahasa tingkat tinggi seperti imperatif Pascal , C , Algol , Fortran , BASIC , dan lain-lain
“Generasi” klasifikasi bahasa tingkat tinggi (generasi
ke-3 dan kemudian) tidak pernah sepenuhnya tepat dan kemudian mungkin
ditinggalkan, dengan klasifikasi yang lebih tepat mendapatkan penggunaan umum,
seperti object-oriented , deklaratif dan fungsional. C memunculkan C + + dan kemudian Java dan C # , Lisp untuk CLOS , Ada ke Ada 2.012 , dan bahkan COBOL untuk COBOL2002 , dan
bahasa baru telah muncul dalam “generasi” juga.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar